Langsung ke konten utama

kebiksanaan fiskal

Kebijaksanaan fiskal

Jika di dalam kebijaksanaan moneter pemerintah mengunakan elemen uang beredar dan suku bunga untuk mengatur perekonomian, maka kebijaksanaan fiskal adalah suatu tindakan pemerintah di dalam mengatur perekonomian melalui anggaran belanja Negara, dan biasanya dikaitkan dengan masalah perpajakan.
Ada beberapa perbedaan dari beberapa segi dalam kebijaksanaan fiskal (dalam hal ini melalui perpajakan) :
 pertama
system pembayaran pajak di bagi menjadi dalam istilah pajak langsung dan pajak tidak langsung. Yang dimaksud dengan pajak langsung adalah pajak yang pembayaranya tidak dapat dilimpahkan kepada pihak lain. Sebagai contoh adalah pajak kendaraan bermotor. Adapun pajak tidak langsung adalah pajak yang pembayaranya dapat dilimpahkan kepada pihak lain, sebagai contoh adalah pajak pertambahan nilai, cukai rokok, dan sejenisnya.

 Kedua
Pajak terbagi dalam tiga bagian jika dilihat dari besar kecilnya pajak yang harus dikeluarkan oleh wajib pajak :
1. Pajak regresif
2. Pajak sebanding
3. Pajak progresif

 Ketiga
Jika dilihat dari sisi tujuan ditetapkanya, maka ada beberapa tujuan dari adanya kebijaksanaan perpajakan ini, yakni :

• Pajak adalah sebagai salah satu sumber penerimaan pemerintah yang cukup potensial.
• Pajak adalah sebagai alat pengendali tingkat pengeluaran masyarakat, dengan system perpajakan dapat membantu pemerintah dalam hal menekan pengeluaran, terutama jika kondisi perekonomian sedemikian cepatnya sehingga dapat memacu inflasi yang makin tidak terkendali.
• Pajak adalah salah satu alat yang dapat dipergunakan sebagai alat untuk lebih meratakan distribusi pendapatan dan kekayaan masyarakat.




Sumber :
 Buku seri diktat kuliah perekonomian Indonesia ARIS BUDI SETYAWAN UNVERSITAS GUNADARMA .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berapa Jam Tidur yang Baik ?

INILAH.COM, Jakarta - Ilmuwan tak dapat mengatakan dengan tepat berapa banyak kebutuhan tidur setiap orang. Tapi ada beberapa pedoman yang Anda harus tahu. Yang harus diingat, tidur kurang dari enam atau tujuh jam dalam satu malam berkaitan dengan risiko tekanan darah tinggi, hipertensi, obesitas, diabetes dan kanker. Tapi seberapa besar peran tidur pada kesehatan dan berapa banyak kebutuhan tidur setiap orang, masih merupakan misteri. Beberapa penelitian memberi kesan bahwa orang tua bisa tidur lebih sedikit. Penelitian dilaporkan dalam jurnal Current Biology pada 2008 menemukan kebutuhan tidur ini. Ketika diminta tinggal di tempat tidur selama 16 jam dalam gelap setiap hari selama beberapa hari, peserta muda rata-rata tidur 9 jam. Sementara orang tua selama 7,5 jam menutup-mata. Dan studi pada 1 Februari 2010 di jurnal Sleep menyimpulkan orang tua membutuhkan tidur lebih sedikit. Beberapa pedoman umum dari Mayo Clinic tentang berapa banyak tidur yang dibutuhkan ada...

bentuk arsitektur komputer (PK & TI 1A)

alhamdulillah, akhirnya pencarian terhadap bentuk arsitektur komputer saya dapatkan juga :) software (lapisan atas) ada 3 bagian 1. applications layer 2. higher order software layer 3. operating system layer keterangan: 1. application layer bahasa komputer seperti yang dilihat oleh end-user. 2.higher order software layer Mencakup semua program dalam bahasa selain bahasa mesin yang memerlukan penerjemahan ke dalam kode mesin sebelum mereka dapat dijalankan. Ketika diterjemahkan program seperti itu akan mengandalkan pada fasilitas sistem operasi yang mendasari maupun instruksi-instruksi mesin mereka sendiri. 3. operating system layer Mengontrol cara yang dilakukan oleh semua software dalam menggunakan hardware yang mendasari (underlying) dan juga menyembunyikan kompleksitas hardware dari software lain dengan cara memberikan fasilitasnya sendiri yang memungkinkan software menggunakan hardware tersebut secara lebih mudah. hardware (lapisan bawah) ada 4 bagian 1. machine layer 2. microprogr...

Pola Makan Sehat Termasuk Ngemil

Kalau selama ini Anda menghindari ngemil dengan alasan ingin sehat, mungkin konsep pola makan tersebut perlu dievaluasi. Menurut penelitian ternyata orang-orang yang terbiasa ngemil di antara waktu makan cenderung lebih sehat.Orang yang terbiasa ngemil tersebut diketahui memiliki pola makan lebih sehat, lebih banyak mengonsumsi buah dan lebih jarang mengasup sodium, dibandingkan dengan orang yang terbiasa makan di waktu-waktu makan saja. Penelitian yang dimuat dalam Journal of the American Dietetic Association itu menggunatan data dari 11.209 orang berusia di atas 20 tahun yang berpartisipasi dalam survei tentang kesehatan dan nutrisi di tahun 1999 dan 2004. Para peneliti menggunakan sistem standar penilaian yang mengukur seberapa sehat pola makan para responden dalam skala 1-100, dengan nilai yang tinggi sebagai indikator diet sehat. Hasilnya diketahui mereka yang rutin ngemil memiliki skor lebih tinggi. Claire A.Zizza, ahli nutrisi yang melakukan studi ini mengatakan...