Langsung ke konten utama

hindari cedera saat berlari


Ingin membakar kalori dua kali lebih cepat? Lakukan olahraga lari. Untuk menghindari cedera dan rasa nyeri saat berlari, terapkan ini.






1. Jaga postur Saat berlari, tarik bahu ke belakang dan rileks. Condongkan tubuh sedikit ke depan, biarkan daya tarik bumi membantu tubuh kita condong ke depan.

2. Pandangan mata lurus ke depan Ketimbang lari dengan mata menunduk, pandangan mata ke depan akan membantu kecepatan berlari.

3. Tangan rileks Posisi jari-jemari menggenggam erat akan memberi tekanan pada lengan dan pergelangan tangan. Hasilnya, tangan jadi cepat pegal saat berlari. Rileks saja. Bayangkan telapak tangan sedang menggenggam sesuatu yang rapuh.

4. Berganti gerakan dengan lembut Pada detik terakhir perpindahan gerak dari berjalan ke berlari, biasanya kita mempercepat langkah seperti sedang terburu-buru. Teknik ini kurang tepat. Yang benar, percepat langkah perlahan, angkat kaki lebih tinggi, sehingga perpindahan gerak berlangsung dengan lembut.

5. Gunakan telapak kaki bagian tengah Teknik berlari yang tepat adalah telapak kaki bagian tengah mendarat lebih dulu.

6. Lindungi persendian Tekuk lutut sedikit saja saat melangkah, agar langkah kaki tidak terlalu panjang. Langkah kaki yang pendek dapat mengurangi benturan antara kaki dengan permukaan tanah.

7. Melangkah dengan santai Ketimbang menjejakkan kaki dengan keras ke permukaan tanah, melangkahlah dengan santi. Ini bisa mengurangi ketegangan pada otot-otot kaki kita.


sumber : kompas.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berapa Jam Tidur yang Baik ?

INILAH.COM, Jakarta - Ilmuwan tak dapat mengatakan dengan tepat berapa banyak kebutuhan tidur setiap orang. Tapi ada beberapa pedoman yang Anda harus tahu. Yang harus diingat, tidur kurang dari enam atau tujuh jam dalam satu malam berkaitan dengan risiko tekanan darah tinggi, hipertensi, obesitas, diabetes dan kanker. Tapi seberapa besar peran tidur pada kesehatan dan berapa banyak kebutuhan tidur setiap orang, masih merupakan misteri. Beberapa penelitian memberi kesan bahwa orang tua bisa tidur lebih sedikit. Penelitian dilaporkan dalam jurnal Current Biology pada 2008 menemukan kebutuhan tidur ini. Ketika diminta tinggal di tempat tidur selama 16 jam dalam gelap setiap hari selama beberapa hari, peserta muda rata-rata tidur 9 jam. Sementara orang tua selama 7,5 jam menutup-mata. Dan studi pada 1 Februari 2010 di jurnal Sleep menyimpulkan orang tua membutuhkan tidur lebih sedikit. Beberapa pedoman umum dari Mayo Clinic tentang berapa banyak tidur yang dibutuhkan ada...

bentuk arsitektur komputer (PK & TI 1A)

alhamdulillah, akhirnya pencarian terhadap bentuk arsitektur komputer saya dapatkan juga :) software (lapisan atas) ada 3 bagian 1. applications layer 2. higher order software layer 3. operating system layer keterangan: 1. application layer bahasa komputer seperti yang dilihat oleh end-user. 2.higher order software layer Mencakup semua program dalam bahasa selain bahasa mesin yang memerlukan penerjemahan ke dalam kode mesin sebelum mereka dapat dijalankan. Ketika diterjemahkan program seperti itu akan mengandalkan pada fasilitas sistem operasi yang mendasari maupun instruksi-instruksi mesin mereka sendiri. 3. operating system layer Mengontrol cara yang dilakukan oleh semua software dalam menggunakan hardware yang mendasari (underlying) dan juga menyembunyikan kompleksitas hardware dari software lain dengan cara memberikan fasilitasnya sendiri yang memungkinkan software menggunakan hardware tersebut secara lebih mudah. hardware (lapisan bawah) ada 4 bagian 1. machine layer 2. microprogr...

Pola Makan Sehat Termasuk Ngemil

Kalau selama ini Anda menghindari ngemil dengan alasan ingin sehat, mungkin konsep pola makan tersebut perlu dievaluasi. Menurut penelitian ternyata orang-orang yang terbiasa ngemil di antara waktu makan cenderung lebih sehat.Orang yang terbiasa ngemil tersebut diketahui memiliki pola makan lebih sehat, lebih banyak mengonsumsi buah dan lebih jarang mengasup sodium, dibandingkan dengan orang yang terbiasa makan di waktu-waktu makan saja. Penelitian yang dimuat dalam Journal of the American Dietetic Association itu menggunatan data dari 11.209 orang berusia di atas 20 tahun yang berpartisipasi dalam survei tentang kesehatan dan nutrisi di tahun 1999 dan 2004. Para peneliti menggunakan sistem standar penilaian yang mengukur seberapa sehat pola makan para responden dalam skala 1-100, dengan nilai yang tinggi sebagai indikator diet sehat. Hasilnya diketahui mereka yang rutin ngemil memiliki skor lebih tinggi. Claire A.Zizza, ahli nutrisi yang melakukan studi ini mengatakan...