Langsung ke konten utama

Summit Rooftop of West Java 3078mdpl



Akhir tahun 2015, tepatnya pada tanggal 23-26 Desember saya bersama dua rekan saya melakukan pendakian yang cukup mengambil resiko, karena apa? karena pertama, dari kedua teman saya belum pernah ada yang pernah melakukan pendakian ke Gunung Ciremai tersebut, saya pun belum. Kedua, saya dan rekan mempersiapkan segalanya untuk melakukan pendakian hanya punya waktu tiga hari untuk persiapannya. Ini semua terjadi karena mendadaknya keinginan kita untuk menghilangkan penatnya dari rutinitas kita bertiga yang kebetulan semuanya tinggal di kota Besar, Depok dan Jakarta.

ket : foto di tempat pendaftaran simaksi palutungan, sebelum mulai menanjak kami bertiga sempatkan makan siang terlebih dahulu agar badan fit selama pendakian.

Tapi dari semua itu kami sangat bersyukur, karena kami semua selama pendakian selamat sampai rumah tujuan. Dan saya dapatkan banyak hikmah yang saya bisa ambil dari perjalana kali ini. Setiap pemuda yang sering melakukan pendakian pasti mereka tau Gunung Ciremai adalah Gunung yang paling angker, dalam artian memang banyak para pendaki sebelum saya yang sudah sering mengalaminya, salah satunya teman dekat saya di Kampus yang bernama Sonny, Jaya dan Bayu.

Menjadi kebiasaan saya ketika hendak melakukan pendakian untuk silaturahim ke kawan saya yang sudah terlebih dahulu melakukan pendakian untuk mengetahui kondisi medan lapangan, ini juga sangat dianjurkan untuk kalian yang hendak melakukan pendakian, karena Alam tak selamanya indah seperti ‘Artis Sosmed’ yang sering mereka ‘pamerkan’ di akun pribadinya dengan caption yang sungguh luarbiasa menggunggah.

Pendakian ini terjadi berawal dari saya yang sudah mulai sangat jenuh dengan pekerjaan  yang kala itu menjadi salah satu staff Universitas Swasta terbaik di Indonesia. Awalnya saya mengajak beberapa teman SMA untuk melakukan pendakian bersama, tetapi tak ada satupun yang mau mengikuti ajakan saya. Akhirnya saya coba iseng buka sosmed untuk mencari info tentang pendakian Ciremai, tanpa disengaja saya ingat akan teman yang saya baru kenal di ajang tournament Futsal di Jakarta beberapa bulan lalu. Akhirnya saya mengontaknya dan gayung pun bersambut, Alhamdulillah.

 23/10/15
Pukul 11pm kami bertiga berangkat dari terminal Kp Rambutan, disini kita terkena musibah dengan menaiki Bus yang bermasalah, alhasil baru sampai Cirebon pukul 10am keesokan harinya.

24/10/15 
Kita start dari jalur palutungan turun lewat jalur linggarjati, secara otomatis kita bertiga melakukan perjalanan dengan lintas jalur, karena naik dan turunnya lewat jalur yang berbeda. 
Ketika kami berada di pos pendaftaran palutungan ini terjadi sautu kejadian yang memang sedikit agak mistis, yang mengalami kedua teman saya ketika saya sedang mandi karena lengketnya badan yang diakibatkan oleh perjalanan darat dari Kp Rambutan ke Cirebon dengan menggunakan Bus Ekonomi (karena memang saya sangat tidak betah jika badan dalam kondisi tidak bersih).

 ket : foto disaat buka tenda di pos 1, dan kami bertiga menginap 1 malam di pos ini.

Selesai mandi saya menghampiri kedua teman saya yang sedang packing ulang didepan basecamp pendaftaran, disana saya merasa aneh karena melihat raut wajah kedua teman saya yang pucat. Sambil berbisik mereka memberi tau saya dengan nada gemetar "Mal, bener nih gue sekarang baru percaya kalau Ciremai emang angker" ungkap salah satu teman saya, saya pun heran "Angker gimana Cil?", teman saya yang Acil (nama panggilan) melanjutkan ceritanya "iya Mal tadi pas gue lagi packing ulang pas lagi masukin SB ke keril dengar suara cewek ngedesah, awalnya gue fikir cuman gue doang yang denger, ternyata si Oni denger juga pas gua tanya, yaudah deh jadinya packing ulangnya gagal, barang asal kita masukin kekeril seada-adanya"
Itulah selingan kejadian kecil diawal pendakian kita, walhasil kedua teman saya Oni dan Acil melakukan packing ulangnya diperjalanan menuju Pos 1. Pukul 5pm kita tiba di pos 1 cigowong, kita pun langsung mendirikan tenda sebelum kondisi alam semakin gelap, karena kita bertiga dari awal sudah punya komitmen untuk melakukan perjalan tidak pada malam hari kecuali summit attack.

ket : foto ketika break sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ke pos satu

25/10/15
Pukul 8am kita mulai lagi perjalanan dari pos satu, ini diluar rencana, karena rencana awal kita jam 6am sudah mulai jalan, tapi karena kondisi cuaca yang lumayan dingin alhasil kita ngaret dua jam hehe. Perjalanan pun dilanjutkan hingga kita sampai di persimpangan jalur palutungan - apuy pada pukul 3pm. Kami pun melanjutkan perjalanan dengan target sebelum matahari terbenam kami sampai di pos terakhir sebelum summit
Tepat pada pukul 5pm kami sampai di goa walet, yaitu pos terakhir sebelum summit ciremai, dari pos ini sudah sangat terlihat jelas puncak yang kita targetkan. Kami bertiga pun mendirikan tenda di daerah kawah goa walet yang mana disana kami menemukan sudah banyak pendaki lain yang sudah terlebih dahulu mendirikan tenda dengan atap yang berwarna-warni, sungguh sangat indah pemandangan disini.

ket : lokasi pos terakhir sebelum summit, goa walet.


 26/10/15
Awalnya kami ingin berangkat ke summit pada pukul 3am, tapi apa boleh buat, karena kondisi cuaca yang dingin, dan badan kami bertiga yang masih agak lelah menjadikan kami sulit untuk bangun lebih awal, alhasil kami baru mulai beberes tenda pada pukul 6am dan mulai summit pada pukul 7am. Kami bertiga pun sedikit kecewa ketika sudah sampai puncaknya jawa barat kami tidak dapat sunrise karena kita baru sampai puncak pada pukul 9am. Sekitar 60menit kita bertiga ambil gambar diatas sambil beberapa kali narsis, setelahnya kita pun lanjut turun lewat jalur linggartjati, jalur yang berbeda disaat kita mulai start pendakian lewat jalur yang lebih landai yaitu jalur palutungan.
Kami bertiga mulai turun pada pukul 11am, dalam perjalanan pulang acil sedikit mendapatkan musibah ketika kakinya yang sudah mulai goyang tersangkut akar pohon yang menghadangnya, saya dan oni pun segera mengobati dengan perlengkapan P3K yang kami bawa. Ketika sudah pukul 3pm sepertinya kita masih ditengah hutan, karena belum nampak sama sekali ada aktifitas warga disana, alhmdulillah ketika waktu sudah menunjukkan pukul 5pm kami bertiga sudah sampai di pos simaksi linggarjati.
Sesampainya di pos pendaftaran simaksi linggarjati pertama yang kami cari adalah basecamp ranger untuk menaruh barang serta bersih-bersih badan sebelum lanjut sholat dan isi perut yang kemudian kita pulang kerumah masing-masing.  Alhamdulillah perjalanan pun selesai tanpa ada kekurangan apapun.
  
   ket : summit 3079 mdpl

Komentar

Postingan populer dari blog ini

transformasi industri

Masyarakat Indonesia sudah jenuh dengan tawaran produk dan industri telekomunikasi yang itu-itu saja. Hampir semua provider menghadirkan layanan yang serupa, mulai dan voice, sms, layanan data, mng dan lainnya. Padahal masyarakat membutuhkan layanan lain yang lebih inovatif . Salah satu kesempatan industri telekomunikasi untuk mengembangkan inovasinya adalah melalui penyediaan, multiple sim card. Itu karena, menurutnya, akan memberi kesempatan lebih besar dan memberi optimisme kepada industri telekomunkasi untuk memasuki babak baru, yaitu babak pelayanan broadband base service (BBS). Pada era BBS mi segmentasi pasar tidak lagi menjadi mass market, namun akan fokus pada spesific mar-ket. Karena Indonesia tidak seperti Singapura yang hanya satu pulau, maka komunitas dan segmentasinya jauh lebih luas. "Kita harus mengetahui betul apa spe-Sffik tuntutan, spesifik permintaan di suatu daerah dan spesifik di komunitas, tuturnya. Melihat dari strategi transformasi teknolog...

Cara Melakukan Olahraga yang Baik

Olahraga yang baik dan benar yaitu olahraga yang dilakukan secara teratur dan terukur. Lakukan olahraga sekurang-kurangnya 30 menit perhari dengan baik dan benar agar bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh. Sebagai contoh: Turun dari bus lebih awal menuju tempat kerja yang kira-kira menghabiskan 20 menit berjalan kaki dan saat pulang berhenti di halte yang menghabiskan kira-kira 10 menit berjalan kaki menuju rumah.      Membersihkan rumah selama 10 menit, dua kali dalam sehari ditambah 10 menit bersepeda.      Berdansa selama 30 menit. Lakukan secara bertahap hingga mencapai 30 menit. Jika belum terbiasa dapat dimulai dengan beberapa menit setiap hari dan ditingkatkan secara bertahap. Olahraga dianjurkan minimal 30 menit, lebih lama akan lebih baik.      Olahraga dapat dilakukan dimana saja, tetapi tetap dengan memperhatikan lingkungan yang aman dan nyaman, bebas polusi, tidak menimbulkan cidera, misa...

layanan online universitas gunadarma

LAYANAN STUDENTSITE UNIVERSITAS GUNADARMA Sebagai salah satu universitas swasta terbaik saat ini yang berada di Indonesia, Universitas Gunadarma terus mengembangkan sistem pendidikanya agar dapat bersaing dengan universitas lain termasuk juga universitas negeri unggulan. Perkembangan yang sangat signifikan dapat dilihat dari bidang teknologi dan informasi universitas Gunadarma yang sangat menonjol. Yang sangat mementingkan kemudahan para mahasiswanya untuk dapat meneruskan kegiatan perkuliahan. Oleh karena itu Univerisitas Gunadarma telah menyediakan banyak layanan online. Termasuk juga didalamnya adalah studensite. Dalam kesempatan kali ini saya akan membahas tentang salah satu layanan online Universitas Gunadarma yaitu studentsite. Studentsite adalah layanan online yang wajib dimiliki oleh setiap mahasiswa Universitas Gunadarma untuk memudahkan jalanya perkuliahan. Layanan ini berisi tentang kegiatan para mahasiswa, dan mahasiswapun harus mempunyai akun sendiri untuk mengakses layana...