Langsung ke konten utama

Etika




Devinisi Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu”Ethos” yang artinya “kebiasaan  atau adat”. Sedangkan menurut para pakar etika memiliki macam-macam arti yaitu seperti sebagai berikut :
·         Martin (1993)
Kedisplinan yang dapat bertindak sebagai indeks kinerja atau referensi untuk sistem kendali kita.
·         Bertens (1994)
Kumpulan asas atau nilai moral, yang dimaksud adalah kode etik.
·         Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 1995 )
Etika adalah nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
·         Menurut Maryani & Ludigdo (2001)
Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi.
Jadi kesimpulan dari pengertian etika diatas adalah nilai moral yang terdapat didalam diri manusia dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya dalam mewujudkan cita-cita dalam kehidupanya.



Jenis-Jenis Etika

·        Etika filosofis
Etika yang berasal dari kegiatan berfilsafat atau berfikir yang dilakukan oleh manusia. Dan etika mempunyai dua sifat, yaitu :
o   Non Empiris
Non emprise bisa digolongkan sebagai filsafat. Ilmu empiris adalah ilmu yang didasarkan pada fakta atau yang kongkret. Namun filsafat tidaklah demikian, filsafat berusaha melampaui yang kongkret dengan seolah-olah menanyakan apa di balik gejala-gejala kongkret. Demikian pula dengan etika. Etika tidak hanya berhenti pada apa yang kongkret yang secara faktual dilakukan, tetapi bertanya tentang apa yang seharusnya dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
o   Praktis
Etika sebagai cabang filsafat bersifat praktis karena langsung berhubungan dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan manusia. Maksudnya etika hanya menganalisis tema-tema pokok seperti hati nurani, kebebasan, hak dan kewajiban, dsb, sambil melihat teori-teori etika masa lalu untuk menyelidiki kekuatan dan kelemahannya. Diharapakan kita mampu menyusun sendiri argumentasi yang tahan uji.

·         Etika Teologis
Didefinisikan sebagai etika yang bertitik tolak dari presuposisi-presuposisi teologis

Hubungan antara Etika Filosofis dengan Etika Teologis
·         Revisionisme
Augustinus (354-430) → menyatakan bahwa etika teologis bertugas untuk merevisi, yaitu mengoreksi dan memperbaiki etika filosofis.
·         Sintesis
Thomas Aquinas (1225-1274) → menyatakan bahwa etika filosofis menjadi lapisan bawah yang bersifat umum, sedangkan etika teologis menjadi lapisan atas yang bersifat khusus.
·         Diaparalelisme
F.E.D Schleiermacher (1768-1834) → menyatakan bahwa etika teologis dan etika filosofis sebagai gejala-gejala yang sejajar. Hal tersebut dapat diumpamakan seperti sepasang rel kereta api yang sejajar.
Ada pendapat lain yang menyatakan perlunya suatu hubungan yang dialogis antara keduanya. Dengan hubungan dialogis ini maka relasi keduanya dapat terjalin dan bukan hanya saling menatap dari dua horizon yang paralel saja. Selanjutnya diharapkan dari hubungan yang dialogis ini dapat dicapai suatu tujuan bersama yang mulia, yaitu membantu manusia dalam bagaimana ia seharusnya hidup.

Etika Terbagi menjadi dua :

·         Etika Deskriptif
o   Yaitu etika yang menilai secara rasional sikap dan prilaku manusia dan tujuan yang ingin dikejar selama masa hidupnya sebagai sesuatu yang penting.
·         Etika Normatif
o   Yaitu etika yang mengajarkan berbagai sikap pola prilaku yang ideal manusia dalam kehidupan sehari-hari.









Peranan Etika dalam Profesi

·         Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang, atau segolongan orang saja tetapi milik setiap kelompok masyarakat, bahkan kelompok yang paling kecil yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa. Dengan nilai-nilai etika tersebut, suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan bersama
·         Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan sesama anggotanya, yaitu masyarakat profesional. Golongan ini sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya
·         Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi), sehingga terjadi kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut. Sebagai contohnya adalah pada profesi hukum dikenal adanya mafia peradilan, demikian juga pada profesi dokter dengan pendirian klinik super spesialis di daerah mewah, sehingga masyarakat miskin tidak mungkin menjamahnya



Sumber :

-          http://rifkygusma.blogspot.com/2009/10/definisi-etika-profesi-akuntansi.html
-          http://widyazaryani.blogspot.com/2012/10/definisi-etika-menurut-ahli.html
-          http://rafliandre.blogspot.com/2009/10/teori-etika-menurut-para-ahli.html
-          http://anastasiamonita.blogspot.com/2012/10/pengertian-etika-menurut-para-ahli.html
-          http://id.wikipedia.org/wiki/Etika

-          http://nibumzkey.wordpress.com/2012/05/06/etika-profesi/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

macam-macam dari sebuah "penalaran" yang sesungguhnya

Bismillahirrahmanirrahiim .... Kelapa Dua - Depok, 02-10-12 Malam ini saya mencoba untuk menjelaskan pengertian dari sebuah "Penalaran" dalam arti yang sesungguhnya karena ketika mencari data-data di mbah google lumayan banyak referensi yang bermuculan, saya pun mengambil beberapa referensi yang menurut saya paling pas dalam penyelesaian tugas softskill saya dalam mata kuliah Bahasa Indonesia 2 yang di ajarkan dikelas oleh Bapak Tri Budiarta tadi siang. Penalaran Dari definisi penalaran itu sendiri adalah sebuah proses berfikir yang mempunyai karakteristik tertentu sehingga melahirkan sejumlah konsep dan pengertian yang dimana nantinya sebuah kesimpulan akan muncul dari proses berfikir tersebut. Dan penalaran disini merupakan bentuk tertinggi dari pemikiran. Sedangkan menurut para beberapa ahli yang menurut saya menarik untuk disimak dalam penyataanya mengenai "Penalaran" adalah sebagai berikut : Suriasumantri (2001) mengemukakan secara singkat ba...

bentuk arsitektur komputer (PK & TI 1A)

alhamdulillah, akhirnya pencarian terhadap bentuk arsitektur komputer saya dapatkan juga :) software (lapisan atas) ada 3 bagian 1. applications layer 2. higher order software layer 3. operating system layer keterangan: 1. application layer bahasa komputer seperti yang dilihat oleh end-user. 2.higher order software layer Mencakup semua program dalam bahasa selain bahasa mesin yang memerlukan penerjemahan ke dalam kode mesin sebelum mereka dapat dijalankan. Ketika diterjemahkan program seperti itu akan mengandalkan pada fasilitas sistem operasi yang mendasari maupun instruksi-instruksi mesin mereka sendiri. 3. operating system layer Mengontrol cara yang dilakukan oleh semua software dalam menggunakan hardware yang mendasari (underlying) dan juga menyembunyikan kompleksitas hardware dari software lain dengan cara memberikan fasilitasnya sendiri yang memungkinkan software menggunakan hardware tersebut secara lebih mudah. hardware (lapisan bawah) ada 4 bagian 1. machine layer 2. microprogr...

fotografi

Teknik-teknik dasar pemotretan yang saya tahu adalah A. Fokus tetap fokus dalam suatu kondisi apapun. Agar gambar yang di hasilkan tetap bagus. Jika sedang memotret usahakan kamera dalam keadaan diam agar gambar yang di hasilkan tidak blur. B. Pencahayaan paling penting yang harus diperhatikan dalam melakukan pemotretan adalah unsur pencahayaan. Pencahayaan adalah proses dicahayainya film yang ada dikamera. C.Bukaan Diafragma (apperture) Diafragma berfungsi sebagai jendela pada lensa yang mengendalikan sedikit atau banyaknya cahaya melewati lensa. D.Kecepatan Rana (shutter speed) Kecepatan rana ialah cepat atau lambatnya rana bekerja membuka lalu menutup kembali. Shutter speed mengendalikan lama cahaya mengenai film. E. Kepekaan Film (ISO) Makin kecil satuan film (semakin rendah ISO), maka film kurang peka cahaya sehingga makin banyak cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut, sebaliknya semakin tinggi ISO maka film semakin peka cahaya sehingga makin sedikit cahaya yang dibu...